Kamis, 24 September 2009

Semuanya Diawali dengan GOD

  1. Karena di dalam Dialah telah terciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi,yang tidak kelihatan,......segala sesuatu diciptaka oleh Dia dan untuk Dia. (kolose 1:16). Tujuan hidup adalah jauh lebih besar daripada prestasi kita. atau bahkan kebahagiaan kita, atau bahkan mimipi-mimpi terliar dan ambisi saya. Pencarian hidup telah membingungkan banyak orang selama ribuan tahun bahkan saya sendiri sampai saat ini, masih mencarinya. Apa itu,,,? Ternyata saya memulainya dengan titik awal yang keliru, yaitu diri saya sendiri. Saya mengajukan pertanyaan yang berpusat pada diri sendiri seperti ingin menjadi apakah saya kelak?, Apakah yang sebaiknya saya lakukan dengan hidupku,?, Apakah sasaran-sasaranku , ambisi-ambisiku, impian-impianku untuk masa depanku? Tetapi ternyata memusatkan perhatian pada diri sendiri tidak akan pernah menyingkapkan tujuan hidup saya.
Saya mencoba mencari makna hidup dalam diri saya sendiri, ternyata saya tidak pernah menemukannya apa itu? atau mungkin bahkan saya tidak tau sama sekali makna hidup saya yang sebenarnya,,,?. Saya adalah mahluk ciptaan yang, saya bukan yang menciptakan diri saya sendiri, Jadi sangatlah mungkin kalau saya tidak mengetahui untuk apa saya diciptakan? Kalau seandainya saya diberi sesuatu yang belum pernah saya liat sebelumnya, saya tidak akan mengetahui keinginannya, dan barang tersebut barang tersebut tidak akan memberi tahu. Hanya pencipta barang tersebutlah atau buku panduan pemiliknya yang bisa mengungkapkannya kegunaan barang tersebut. Kita diciptakan oleh God dan untuk God-dan sebelum kita mengetahuinya, kehidupan tidak akan pernah dipahami. Saya selalu berpikir bahwa kehidupan adalah......," yang mereka maksudkan," Inilah perkiraan terbaik yang saya hasilkan." Selama ribuan tahhun filsuf-filsuf hebat telah berdiskusi dan berspekulasi tentang makna kehidupan. Filsafat adalah suatu ilmu penting dan memiliki manfaat, tetapi apabila menentukan tujuan hidup, bahkan filsuf-filsuf yang paling bijak sekalipun hanya menebak. Dr. Hugh Moorhead, seorang guru besar filsafat di Universitas Northeastern Illinois, pernah menulis kepada filsuf, ilmuwan , penulis dan cendekiawan di dunia, dan bertanya kepada mereka,"Apakah Makna hidup?" lalu dia menerbitkan tanggapan-tanggapan tesebut dalam sebuah buku. Sebagian orang memberikan tebakan terbaik mereka, dan yang lainnya mengakui bahwa mereka baru membuat suatu tujuan untuk hidup, dan yang lain lagi menyatakan cukup jujur bahwa mereka tidak memiliki petunjuk. Sebenarnya, sejumlah cendekiawan terkenal, meminta Profesor Moorhead untuk menulis kembali dan memberi tahu mereka apakah dia menemukan tujuan hidup?. Untunglah ada suatu pilihan lain dari spekulasi mengenai makna dan tujuan hidup. yaitu pernyataan. Kita bisa melihat pada apa yang telah Allah nyatakan tentang kehidupan di dalam Firman-Nya. Cara termudah untuk menemukan tujuan sebuah barang adalah bertanya kepada penciptanya. Hal yang sama berlaku untuk menemukan makna hidup kita, Tanyakan pada God. God tidak meninggalkan kita di dalam kegelapan untuk bertanya-tanya dan menebak. Dengan jelas Dia telah menyatakan lima tujuan-Nya tentang kehidupan di dalam alkitab. Alkitab adalah buku panduan kita, yang menjelaskan bagaimana kehidupan berjalan, apa yang harus dihindari, dan apa yang bisa terjadi pada masa depan kita. Alkitab menjelaskan apa yang tidak mungkin diketahui oleh buku menolong diri sendiri atau filsafat. God bukan sekedar titik awal, Dialah sumber kehidupan. Untuk menemukan tujuan hidup kita, kita harus melihat firman Tuhan bukan hikmat dunia. Kita harus membangun kehidupan kita di atas kebenaran-kebenaran yang kekal, bukan psikologi umum,motivasi sukses atau kisah-kisah yang memberi inspirasi.

Tidak ada komentar: