"sangat langka orang mau menikah tanpa persetujuan kedua pihak".
(AMY KASS DAN LEON KAS)
"Saat ini tidak ada pola perilaku yang di atur di tengah-tengah masyarakat yang membantu mengarahkan manusia menuju pada ikatan pernikahan. Hal ini tidak hanya terjadi di masyarakat kalangan bawah. Bahkan _terutama _kaum elit, yang pada generasi sebelumnya telah mendefinisikan ketentuan -ketentua dalam hal ini, tidak memiliki catatan kultural yang kesimpulan akhirnya adalah menikah''.
(AMY KASS DAN LEON KAS)
ada dua cara memasuki pernikahan, yang pertama adalah dengan mengatur sendiri pernikahan itu melalui courting/pendekatan persuasif/perkencanan (kata kuno bahasa inggris untuk pendekatan dengan penuh persahabatan antara pria dan wanita). Yang kedua adalah dengan menjalani pernikahan yang telah di atur oleh orang lain yang berperan mendekatkan si pria dan si wanita (mak comblang). Ada cara ketiga yang sebagian orang berpikir dan meyakininya yakni dengan Doa dan sesuatu yang bersifat adikodrati yang melalui Tuhan dengan menajubkan mengirim seorang pasangan hidup tanpa usaha dari manusia. memang itu nampaknya tidak logik banget, tapi kadang kita mendapati hal itu ditengah-tengah kehidupan kita.
Dalam film Captain Carelli's Mamdolin, seorang ayah berkebangsaan yunani berkata kepada putrinya (yang sedang jatuh cinta),"Cinta menjadi sesuatu yang tersisa belaka ketika seseorang tak lagi dicintai",
ini bukan sekedar cinta mabuk kepayang yang lewat begitu saja, secara teknis, kata cinta mabuk kepayang berarti kegilaan sementara, dan londisi itu umumnya akan berlalu setelah satu atau dua tahun.
Courting bukan lagi menjadi kata yang umum digunakan saat ini,penting bagi kita mendefinisikannya, didalam buku acuan yang digunakan amy kass dan leon kas tentang courting ini mereka menjelaskan bahwa tidak semua aktivitas yang berisi perhatian erotis antara dua orang dari gender yang berbeda dapat disebut courting, dalam makna lamanya courting adalah memberi perhatian dengan penuh cinta kasih kepada seseorang, sambil merayu dengan pemikiran akan menikahinya. courting dapat dibedakan dari bercumbu atau menggoda, dari memiliki hubungan cinta atau sedang menjalin suatu "hubungan" karena tak satupun dari aktivitas ini bertujuan untuk mencapai pernikahan.
oleh karena itu courting disini dimaksudkan supaya kumpulan aktivitas yang ada bertujuan untuk:
1.menemukan
2.memenangkan
3.orang yang tepat
4.untuk suatu pernikahan
keluarga kass memperhatikan lebih jauh lagi bahwa"menemukan" berarti lebih dari sekedar berburu dan mendapatkan. itu juga berarti menemukan apakah pribadi yang diperoleh itu benar-benar tepat. hal ini membutuhkkan penilaian, kejelian melihat dan pengetahuan dari diri sendiri.
Courting juga melibatkan pengetahuan tentang apa itu pernikahan? suatu perjanjian seumur hidup yang mengikat dua insan untuk menjadi pasangan hidup, menghasilkan keturunan, dan saling melayani. Dalam pernikahan dipahami sebagai suatu perjanjian terdapat ciri-ciri: kesetiaan,kekhususan, dan keabadian,_semua masalah kritis dalam hubungan yang mengarah pada pernikahan.
dengan demikian courting memburu suatu hubungan yang akan menghantar seseorang pada pernikahan dengan maksud yang jelas. dengan kasih sayang yang berkomitmen, dan dengan usaha meyakinkan yang tidak manipulatif melalui kata-kata, hadiah, perbuatan, dan sentuhan. Jika kita menginginkannya sebut aja courting ini sebagai dating (perkencanan/berpacaran). Namun courting ini adalah perkencanan yang mempunyai maksud (bukan "kencan sambil lalu"),perkencanan dengan penguasaan diri,dan perkencanan dengan kasih, bukan dengan nafsu sebagai motif utama. Courting mencakup keputusan untuk menunda hubungan seksual menurut konteks yang sah dari suatu pernikahan yang dilandasi perjanjian, dengan kata lain disitu ada keputusan untuk menanti, untuk memberi dan menerima tanda-tanda kasih dengan integritas, bukan dengan kecurangan sembari memahami sejak awal bahwa hubungan itu mungkin saja tidak terwujud dalam pernikahan. Pengendallian hawa nafsu dan disiplin diwajibkan dalam hal ini.
Courting benar-benar praktek sebelum menikah untuk memberi kesempatan bagi kita untuk belajar dan mengungkapkan perhatian,kepedulian, dan kesetian, semua kualitas yang akan tercakup dalam janji pernikahan:"untuk saling mengasihi dan menjaga","untuk tetap setia kepadamu saja","dalam keadaan apapun juga".
Praktek kumpul kebo sebaiknya di hindari " hidup bersama sebelum menikah" yang telah tersebar luas dan bukan merupakan persiapan yang benar untuk menikah, dan bahkan kumpul kebo itu bukanlah suatu "trial merriage" (pernikahan tidak sah antara pria dan wanita dengan harapan menuju pada pernikahan yang sah), dan itu adalah cara terburuk untuk menguji apakah seseorang itu dapat dinikahi atau tidak.
Courting secara alami ada pada hati manusia dan bahkan sesuai dengan hati Tuhan, yang berusaha meyakinkan, mempengaruhi, dan memenangkan.
seperti yang dikutip dengan nada negatif oleh keluarga kass" pria akan lebih mudah berpoligami daripada wanita". Dan bagi wanita, seks itu bukanlah hal yang terjadi secara kebetulan dan kurang penting, karena hal itu erat hubungannya dengan mengembangbiakan keturunan, wanita dalam hubungan seks yang diungkapkan dalam metafora penetrasi fisik harus membiarkan pria masuk dalam keberadaannya sebagai pribadi. Wanita sangat sensitif dan harus merasa aman dalam hubungan itu. untuk mendapatkan makna yang benar,hubungan seksual yang pertama seharusnya terjadi dalam hati yang aman dan terjamin atas suatu perjanjian seumur hidup dalam pernikahan. Bagi kaum pria, hal ini agak berbeda meskipun cinta sejati dan pengaruh yang berkembang akan mempengaruhi pria untuk memikirkan apa artinya persetubuhan itu bagi istri yang dikasihinya.
Jim Acosta Takes Trump's Cognitive Test
5 jam yang lalu


